ANAK BRANDAN

GARA-GARA SMS

April 1, 2008 · 2 Comments

Nasib buruk menimpa Menteri Luar Negeri Finlandia Ilkka Kanerva. Seperti diberitakan Kantor Berita Perancis, AFP (1/4), Kanerva terpaksa menanggalkan jabatannya itu setelah sempat menjadi bulan-bulanan media di negaranya selama beberapa minggu akibat skandal pesan singkat (SMS) bernada “mesum” yang ia kirim kepada seorang striptis (penari minim busana) terkuak ke ranah publik. Partai Koalisi Nasional yang mengusungnya pun gerah. Ia pun dipecat karena ia dianggap tak lagi pantas duduk di jabatan Menlu. Kursi empuknya lalu diisi oleh Alexander Stubb, anggota Parlemen Eropa berusia 40 tahun. Duh SMS…

Categories: Politik

2 responses so far ↓

  • lepinter // April 22, 2008 at 1:52 pm

    Di era globalisasi teknologi sekarang ini, banyak sekali perkembangan2 yang datang bertubi-tubi. TIK adalah salah satu dari sekian banyak kemajuan yang dibeberkan di dunia ini. Nilai pakainya pun tak terbatas, selain itu pola kunsumerisme yang tinggi dan tak terkendali sering menjadi faktor permasalahan TIK (IT) dewasa ini.

    Melihat nukilan sepele di atas saya sempat heran. mengapa permasalahan kecil(bisa dikatakan urusan pribadi juga) menjadi topik serius di kalangan pertinggi2 di daerah tsb. Hanya kerena SMS yg bernuansa “esek2″, Kursi penting yang ia duduki langsung berpindah tuan. Sungguh suatu polemik yang tdk bisa dianggap remeh.

    Mengapa tidak…??? Sekali lagi TIK adalah salah satu bentuk permainan global saat ini. Teknologi telah mendarah-daging dalam kegiatan sehari-hari. Penggunaannya pun demikian. Manajemenisasi yang optimal dan terarah, diharapkan dapat menutupi berbagai kekurangan yang ada.

    Ingat!!! Sepintar-pintarnya teknologi, manusia tetap merupakan makhluk Allah yang paling tinggi derajatnya. Berakal, Tahu Aturan, dan Tentu sudah pandai menata hidup ini.

    Jadi… Jangan mau dipermainkan teknologi, karena kita pemain, aturlah diri kita sebelum kita di atur. Kalo ngggak’…, Yaa…BAHAYA……:D

  • Rahmad // April 22, 2008 at 8:50 pm

    Sebenarnya Ilkka Kanerva sempat membela diri. Ia mengatakan bahwa “masalah SMS” itu tidak memengaruhi kinerja dan kemampuan dia sebagai menteri luar negeri. Tapi, opini publik dan tekanan media massa yang bertubi-tubi agaknya menimbulkan ketakutan pada partai politik (parpol) yang mengusungnya. Biasalah, citra dan pamor adalah dua hal yang selalu ingin dimiliki dan dijaga oleh parpol-parpol di mana pun, tidak terkecuali Finlandia. Selain itu, status Ilkka sebagai pejabat negara yang harus selalu tampak “suci” di mata publik agaknya adalah faktor lain yang, menurut saya, juga ikut mendorong otoritas media dan parpol tempatnya bernaung untuk memberi vonis ini.

    Saya sepakat dengan Sobat bahwa telepon selular hanyalah sebuah alat. Seperti halnya pisau dapur di rumah kita, HP pun sesungguhnya adalah alat yang “netral”. Ia bisa bermanfaat atau justru menjadi penyebab timbulnya laknat bagi si pengguna atau pun orang lain sangat bergantung pada niat penggunanya. Karena itu, Sobat benar bahwa aturan agama, akal dan budi menjadi penting dalam mengatur kehidupan kita. Seperti Sobat katakan “Sepintar-pintarnya teknologi, manusia tetap merupakan makhluk Allah yang paling tinggi derajatnya.” Tks…

Leave a Comment