Tak ada yang salah dengan alat pointer laser yang sudah sering kita temui bahkan kita pakai saat memberikan presentasi “power point” di depan kelas. Namun apa yang ingin gue sampaikan di sini adalah perihal penyalahgunaan alat ini di Australia.
Penyalahgunaan alat ini sudah demikian mengkhawatirkan pemerintah di negara itu setelah orang-orang iseng di sana “menyerang” pesawat-pesawat komersial yang terbang malam dengan membidikkan sinar laser pointer mereka ke arah kaca depan pesawat.
Sepanjang 2007, terjadi sebanyak 300 kali penyerangan pesawat dengan pointer laser di seluruh Australia. Kondisi ini mendorong Polisi Federal Australia (AFP) bersama beberapa lembaga pemerintah terkait bertemu di Canberra, Rabu.
ABC dan Stasiun TV “Channel Seven”, Rabu, melaporkan, pertemuan di Canberra itu membahas kemungkinan pelarangan terhadap alat pointer laser di Australia menyusul adanya serangan yang sama terhadap enam pesawat di atas udara kota Sydney Selasa malam (1/4).
Kepala pemerintah negara bagian New South Wales, Morris Iemma, mendukung pelarangan terhadap alat pointer laser karena sinar laser yang diarahkan ke kaca depan pesawat bisa membahayakan penerbangan.
Aksi semacam itu, katanya, tidak bisa dikategorikan sebagai perbuatan iseng melainkan perbuatan yang berpotensi menyebabkan terjadinya “pembunuhan massal”,katanya.
Bagi orang-orang yang terbukti “menyerang” pesawat dengan alat pointer bersinar laser, mereka diancam dengan hukuman denda 30 ribu dolar Australia dan atau dua tahun penjara.
Hanya saja, menurut ABC, aparat pemerintah tidak mudah menghempang masuknya pointer-pointer bersinar laser ini ke Australia karena kebanyakan orang membelinya lewat internet dari negara lain.
Tayangan Stasiun TV “Channel Seven” dalam buletin berita Rabu paginya menunjukkan sinar biru dari alat pointer laser yang ditembakkan penggunanya menembus kegelapan malam tepat mengenai kaca depan pesawat yang sedang terbang.
Lebih baik mencegah sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sepatutnya pemerintah kita pun secara konsisten memberikan penyuluhan yang baik dan bersahabat kepada para warga yang berdomisili di sekitar kompleks Bandar Udara di seluruh Tanah Air. Mengapa? Tidakkah kita juga sering mendengar cerita dan bahkan mungkin ikut menyaksikan beberapa orang warga asyik bermain layang-layang di sekitar kompleks Bandara, atau yang lebih parah lagi, pemerintah kota berkolusi dengan para pengembang dan pemilik modal untuk mendirikan gedung-gedung pencakar langit di sekitar Bandara. Duh… mana yang lebih dipentingkan ya… hobi bermain layang-layang dan investasi ekonomi yang disebut pembangunan atau menjaga keselamatan penerbangan. Seharusnya hobi, pembangunan ekonomi perkotaaan dan keselamatan penerbangan bisa berjalan beriringan. Untuk itu, pemerintah dan kita semua harus bekerja sama…
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.